Seperempat Kehidupan
Tidak Jelas Arah
Akhir-akhir
ini ada yang sering insecure dengan orang lain atau teman sendiri?
Lihat mereka di social media. Wawasan yang mereka punya
sangat luas, mempunyai pasangan, sudah menetapkan goals oriented nya ingin seperti apa dan punya pendidikan yang baik.
Muncul pertanyaan
apa yang harus dilakukan ketika kita ingin sama seperti mereka. Sering
mendengar kalimat yang dilontarkan ketika kita bercerita dengan beberapa teman
yang sudah menginjak usia 20an,
“Enjoy aja di umur kamu yang sekarang, sebelum
masuk ke umur 20an seperti saya. Complicated.”
katanya akan sangat berat dengan beberapa kejutan kehidupan.
"Kok dia bisa ya seperti itu?"
“Mau bagaimana saya setelah lulus kuliah ini?”
Kalimat yang sering kita dengar, kita iri dengan achievment yang orang lain
share di social media. Padahal belum
tentu apa yang kita lihat sama dengan kenyataan yang mereka lalui. Kita selalu
membandingkan apa yang kita dapat dengan orang lain, seharusnya kita
membandingkan dengan diri kita yang lalu, tetapi untuk tengok kanan-kiri itu hal
yang tidak terduga dan tidak bisa dicegah sih.
Lalu,
hal yang sedang kita alami sekarang ini dinamakan apa ya?
Bisa
jadi, ini Quarter Life Crisis kita.
Apa
yang dinamakan Quarter Life Crisis atau QLC? QLC itu apa sih?
QLC itu bisa
menjadi proses pendewasaan diri. Krisis seperempat kehidupan yang isinya
kecemasan, ke-galau-an dalam menentukan arah tujuan hidup, keraguan dengan apa
yang diyakini selama ini.
Fase QLC datang memang mulai dari usia 20an, entah di
awal hingga pertengahan tiga puluhan. Ketidaksesuaian antara harapan pribadi
dengan situasi nyata membuat konflik-konflik relasional dengan keluarga dan teman-teman.
Salah
satu teman saya berbagi keluh-kesah, jelasnya ia merasakan fase ini sejak awal
tahun 2019.
Ia bercerita tentang tuntutan hidup semakin banyak dan bingung
pemasukan dari mana.
Bingung harus menjawab nya seperti apa, fase ini akan kita lalui.
Rasa gelisah dan cemas akan masa depan yang sebenarnya belum
kita lewati.
Gimana cara kita survive
dari masalah ini?
Bersyukur dan akui.
Bersyukur dan akui.
Akui kalau ini adalah hal yang mungkin
menjadi baik ketika kita bisa sabar melewati nya. Akui kalau kita punya waktu
masing-masing, waktu untuk kita berbeda dengan mereka. Bisa saja, zona waktu
mereka itu sekarang dan kita masih 3 atau 4 tahun kedepan?
Tidak perlu ingin
selalu mengikuti gaya hidup dan perilaku mereka yang ada di atas kita. Kita harus yakin mereka pun dulunya seperti ini.
Teman-teman
yang sedang menghadapi atau akan menghadapi fase ini, saya ingin mengatakan
kalau yang kita lihat ini hanya social
media. Mereka akan menggunakan alat ini untuk memberi tahu apa yang sudah
mereka raih entah itu benar atau tidak.
Life is not a race, just do your thing on your own pace. Don’t let them get to you.
Life is not a race, just do your thing on your own pace. Don’t let them get to you.
Tetap jadi diri kita, lakukan hal yang biasa
kita lakukan, count our blessing.

Don't stress too much about tomorrow anak muda:)
BalasHapus